Minggu, 02 Oktober 2011

ISIM MUFRAD

A. Pengertian Isim Mufra Isim Mufrad adalah isim yang tidak dua dan tidak pula jama’. Isim mufrad merupakan bentuk tunggal dari sebuah kata benda dalam Bahasa Arab. Isim Mufrad memiliki bentuk Muzakkar dan bentuk Muannats. Bentuk Muzakkar secara umum dikenal dengan tidak memiliki ta’ marbuthoh sebagai tandanya kecuali yang berbentuk alamiyah. Sedangkan yang Muannats dikenal dengan tanda ta’ marbuthoh diakhirnya dengan pengecualian kata benda yang alamiyah. B. I’rob Isim Mufrad Isim Mufrad memiliki I’rob (perubahan diakhir kata dengan menggunakan Baris (Syakal) atau Huruf) sebagai berikut : 1. Rafa’ (tanda asli Rafa’ adalah Dhommah) 2. Nasab (tanda asli Nasab adalah Fathah) 3. Hofad (tanda asli Hofad adalah Kasrah) Isim mufrad tidak menerima I’rob Jazam, Jazam tanda aslinya adalah sukun. C. Isim Mufrad sebagai Pa’il (Pelaku) Isim Mufrad jika berkedudukan sebagai Pa’il (Pelaku), maka I’robnya adalah Rafa’ dengan tanda Dhommah diakhirnya. Hal ini terjadi jika pelakunya berbentuk isim Dzohir, namun jika pelakunya berbentuk Isim Dhomir, maka Dhomir tersebut Mabni (barisnya tetap sesuai dengan baris aslinya). Selain itu juga jika suatu isim diakhirnya ada huruf yang berillat, maka harus disesuaikan barisnya sesuai dengan huruf illat tersebut. D. Isim Mufrad sebagai Map’ul Bih (Obyek) Isim Mufrad jika berkedudukan sebagai Map’ul Bih (Obyek), maka I’robnya adalah Nasab dengan tanda Fathah diakhirnya. Hal ini terjadi jika pelakunya berbentuk isim Dzohir, namun jika Map’ul Bihnya berbentuk Isim Dhomir, maka Dhomir tersebut Mabni (barisnya tetap sesuai dengan baris aslinya). Selain itu juga jika suatu isim diakhirnya ada huruf yang berillat, maka harus disesuaikan barisnya sesuai dengan huruf illat tersebut. E. Isim Mufrad sebagai Tabi’ (Mengikuti Syakal sebelumnya) Isim Mufrad akan mengikuti syakal sebelumnya, jika isim Mufrad tersebut menjadi Tabi’. Ada pun isim Mufrad menjadi Tabi’ pada salah satu di bawah ini : 1. Na’at Man’ut (berbentuk kata sifat) 2. Dzorof Mazruf (keterangan tempat dan waktu) 3. Tamyiz (pembeda) 4. Wawu yang diartikan dan. Dll Wallahu A’lam Bissawwab

Selasa, 02 Agustus 2011

Logo Racana Sayid Saleh-Putri Dewi Rinjani Pringgasela-Lotim


RACANA SAYID SALEH-PUTRI DEWI RINJANI TELAH DIRESMIKAN
YANG BERPANGKALAN DI YAYASAN DARUL MUJAHIDIN PRINGGASELA.

Profile Racana :


  1. Racana Sayid Saleh-Putri Dewi Rinjani berada dalam Kwartir Ranting Pringgasela Lombok Timur.
  2. Racana Sayid Saleh-Putri Dewi Rinjani berada di lingkungan Yayasan Darul Mujahidin Pringgasela.
  3. Racana Sayid Saleh-Putri Dewi Rinjani bersekretariat di MA NW Pringgasela,
  4. Alamat : Jln. Pendidikan No........Pringgasela KP. 83665 Lombok Timur.
  5. Ketua Dewan Racana (KDR) Racana Sayid Saleh-Putri Dewi Rinjani 
  6. a). Ketua Racana Sayid Saleh (PA)   : Kanda ALIMUDDIN, b). Ketua Racana Putri Dewi Rinjani  : Yunda AMALYA PERATIWI SUARNO

Jumat, 25 Februari 2011

PKBM Pringgasela


Dalam pasal 1 Butir 14 Undang-Undang Dasar Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional disebutkan bahwa Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) adalah “ suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut.
Sesuai dengan hal diatas Pada tahun 2001 PKBM SMUMAS Pringgasela telah membuka program PAUD yang di beri nama PAUD SMUMAS. Dalam Perjalanannya PAUD SMUMAS tiap tahun telah membelajarkan lebih dari 45 WB dengan 4 Orang Tutor (Daftar WB dan Tutor terlampir). Untuk lebih efektifnya pelaksanan program PAUD SMUMAS seperti yang tertuang dalam Undang-Undang Dasar No 2 maka PAUD perlu dilengkapi dengan sarana dan prasarana.

Kamis, 24 Februari 2011

Perayaan Maulid



Kadang kala suatu perayaan harus diikuti oleh pra perayaannya, hal itu sangat perlu untuk mengetahui sejauh mana persiapan yang telah dilakukan. Makna sebenarnya dari sebuah pra perayaan dalam tradisi islam adalah sebuah penyucian diri baik lahir maupun bathin, dan itu adalah sebuah keharusan bagi ummat islam. Rangkaian setiap tahapan yang telah dilakukan dalam persiapan setiap perayaan menunjukkan konsistensi kita sebagai seorang hamba dan pencinta, baik dalam perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW maupun perayaan Hari-hari Besar Islam lainnya. Dengan demikian setiap persiapan menunjukkan bahwa setiap hal-hal yang berhubungan dengan sang kholiq hendaknya kita sebagai manusia memulainya dengan proses, yang mana setiap proses tersebut pasti memiliki tantangan atau cobaan yang telah disesuaikan dengan kadarnya oleh Allah SWT.
Yang jelas orang-orang islam bukan bermaksud untuk mengikuti tradisi para penyembah berhala, melainkan orang-orang islam menempuh cara tersebut agar orang-orang diluar islam tertarik masuk islam, karena islam begitu mudah dan universal. Salah satunya adalah mengadopsi Tradisi kembulik pada saat perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW.
Wallahu A'lam Bissawab

Selasa, 22 Februari 2011

pringgasela dalam wacana


Ini adalah kembulik, dalam sejarah perayaan maulid Nabi Muhammad SAW keberadaan kembulik tidak diketahui secara pasti kapan kembulik masuk sebagai bagian dari perayaan maulid, menurut sebagian versi, kembulik berasal dari kata kembuli, yang artinya bekembul (menghadapi hidangan bersama-sama). ada suatu hubungan yang menarik antara tradisi zaman hindu dulu dengan tradisi ala barat yaitu tentang perjamuan besar, dalam sejarah kristen ada istilah paskah yaitu; perjamuan besar, yang sebenarnya berasal dari tradisi kaum penyembah berhala.